rhoma irama jadi calon presiden

Minggu-minggu ini para ibu ibu dan bapak, termasuk media-media elektronika seakan dibuat gempar oleh pemberitaan Bang Haji Rhoma Irama jadi calon presiden , dan diantaranya ada yang mendukung atau pro Rhoma Irama jadi calon presiden 2014 dan ada pula yang kurang suka (Kontra) atau kontra  Rhoma Irama jadi calon presiden 2014 , Rhoma Irama memang sudah berkecimpung dibidang politik sejak lama dan sudah agak mengenal dunia perpolitikan indonesia jadi menurut saya sama sekali tidak ada masalah kalau bang haji ber inisiatif untuk menjadi Presiden RI. Wah....wah....wah..... Keren Juga  sepertinya nih, Indonesia Bakal Punya Presiden seperti Bang Haji Rhoma Irama Yang kental akan Agama .Dalam hati saya sendiri jujur dan akan sangat merasa bangga. Siapa tahu ,Sosok seperti bang Haji lah yang kelak akan benar-benar membawa Bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju, makmur dan sentosa. 



Seperti yang telah kita ketahui , Citra Bang Haji Rhoma Irama di Indonesia sangatlah terkenal ,selain Pencipta Lagu-Lagu Dangdut ternama , "Raja Dangdut Indonesia", beliau juga dikenal mahir dalam "Berdakwah", maka secara langsung atau pun tidak langsung, Bang Haji Rhoma Irama mempunyai tempat di Hati masyarakat sekaligus para penggemarnya . Ini tentu akan membawa angin segar bagi dalam beberapa hal ( Dunia Musikalitas Dangdut, Dunia Dakwah Di Indonesia, dan tentunya yang tengah ramai di perbincangkan saat ini di Kancah Politik Tanah Air Indonesia yaitu tentang  Rhoma Irama jadi Calon Presiden 2014


rhoma irama jadi calon presiden

rhoma irama jadi calon presiden

rhoma irama


biografi rhoma irama sang calon presiden

Raden Oma Irama yang populer dengan nama Rhoma Irama (lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946; umur 65 tahun) adalah musisi dangdut dari Indonesia yang berjulukan "Raja Dangdut". 

Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Berdasarkan data penjualan kaset, dan jumlah penonton film- film yang dibintanginya, penggemar Rhoma tidak kurang dari 15 juta atau 10% penduduk Indonesia. Ini catatan sampai pertengahan 1984. "Tak ada jenis kesenian mutakhir yang memiliki lingkup sedemikian luas", tulis majalah TEMPO, 30 Juni 1984. Sementara itu, Rhoma sendiri bilang, "Saya takut publikasi. Ternyata, saya sudah terseret jauh."

Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa. Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tapi ia juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia. Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan. Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.

Pada 13 Oktober 1973, Rhoma mencanangkan semboyan "Voice of Moslem" (Suara Muslim) yang bertujuan menjadi agen pembaru musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung. Menurut Achmad Albar, penyanyi rock Indonesia, "Rhoma pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock". Tetapi jika kita amati ternyata bukan hanya rock yang dipadu oleh Rhoma Irama tetapi musik pop, India, dan orkestra juga. inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiiki cita rasa yang berbeda.

Bagi para penyanyi dangdut lagu Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain. "Mustahil mengadakan panggung dangdut tanpa menampilkan lagu Bang Rhoma, karena semua menyukai lagu Rhoma," begitu tanggapan beberapa penyanyi dangdut dalam suatu acara TV.

Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial. Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku. Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya. Satria Bergitar, misalnya. Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta. Tetapi, "Rhoma tidak pernah makan dari uang film. Ia hidup dari uang kaset," kata Benny Muharam, kakak Rhoma, yang jadi produser PT Rhoma Film. Hasil film tersebut antara lain disumbangkan untuk masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.

Ia juga terlibat dalam dunia politik. Di masa awal Orde Baru, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar. Rhoma Sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.

Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. "Ternyata belajar di luar lebih asyik dan menantang," katanya suatu saat. Ia sendiri mengatakan bahwa ia banyak menjadi rujukan penelitian ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya telah dihasilkan. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut, namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama kariernya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan 685 buah lagu dan bermain di lebih 10 film.

Pada tanggal 11 Desember 2007, Rhoma merayakan ulang tahunnya yang ke 61 yang juga merupakan perayaan ultah pertama kali sejak dari orok, sekaligus pertanda peluncuran website pribadinya, rajadangdut.com.


Pasangan hidup

    Rhoma menikahi Veronica pada 1972, seorang wanita Nasrani yang menjadi muslim setelah dinikahinya, yang kemudian memberinya tiga orang anak, Debby (31), Fikri (27), dan Romy (26). Rhoma akhirnya bercerai dengan Veronica bulan Mei 1985.
    Sebelum bercerai, sekitar setahun sebelumnya, Rhoma menikahi Ricca Rachim, juga seorang wanita Nasrani yang kemudian menjadi muslim setelah dinikahinya — lawan mainnya dalam beberapa film seperti Melodi Cinta, Badai di Awal Bahagia, Camellia, Cinta Segitiga, Pengabdian, Pengorbanan, dan Satria Bergitar. Hingga sekarang, Ricca tetap mendampingi Rhoma sebagai istri. Mereka mengangkat seorang anak bernama Ridho Irama/Ridho Rhoma (sumber lain yang tidak jelas mengatakan bahwa Ridho merupakan anak kandung Rhoma dari wanita bernama Marwah Ali)[5]
    Pada tanggal 2 Agustus 2005, Rhoma mengumumkan telah menikahi artis sinetron Angel Lelga secara siri pada 6 Maret 2003, namun hari itu juga ia menceraikannya.
    Veronica sempat menikah kembali (1991) kemudian sang suami yang seorang pejabat meninggal, Veronica sendiri meninggal di tahun 2005 dengan mengalami berbagai penyakit, anak-anaknya mengakui pada pers selama Veronica sakit Rhoma Irama lah yang menanggung semua biaya perawatan hingga ke Singapura mengingat Veronica bukan lagi artis yang produktif dan telah menjadi janda karena suaminya telah meninggal. Keluarga mencatat bahwa Rhoma tetap berperan dalam keluarga tersebut.
    Pada saat Rhoma Irama digerebek oleh wartawan di Apartemen bersama Angel Lelga sebenarnya keduanya telah menikah secara siri, otak dibalik pengerebekan tersebut adalah Yati Octavia dan suaminya Pangky Suwito yang juga tinggal di Apartemen Semanggi dan turut hadir bersama wartawan pada saat pengebrekan. 


Pre Soneta
Album Pop
Bersama The Galaxies Band

    Djangan Kau Marah

Bersama Zaenal Combo Band

    Djangan Dekati Aku
    Di Rumah Sadja
    Sip-Sipan Bedue
    Biarkan Aku Pergi


Album Melayu
Bersama OM. Candraleka (Dbp. Umar Alattas)

    Pelita Hidup

Bersama OM. Purnama (Dbp. Awab AbdulLah)

    Ke Binaria
    OM. Purnama(?)
    Melody Cintaku
    Usah Diganggu
    Malam Cemerlang
    Aku Saudaramu
    Ke Pasar Minggu
    Malam Gembira

Bersama OM. Sagita

    Bertamu

Bersama OM. Pancaran Muda (Dbp. Zakaria)

    Di Dalam Bemo

Bersama OM. Elsitara

    Indandip
    Tukang Ramal
    Anak Pertama

Bersama OM Soneta

    Dangdut
    Surat Terakhir
    Berbulan Madu
    Gelandangan
    Joget
    Janda Kembang
    Tiada Lagi

Bersama Soneta Group (Volume Series)

    Soneta Volume 1 - Begadang (1973)
    Soneta Volume 2 - Penasaran (1974)
    Soneta Volume 3 - Rupiah (1975)
    Soneta Volume 4 - Darah Muda (1975)
    Soneta Volume 5 - Musik (1976)
    Soneta Volume 6 - 135.000.000 (1977)
    Soneta Volume 7 - Santai (1977)
    Soneta Volume 8 - Hak Azazi (1978)
    Soneta Volume 9 - Begadang 2 (1979)
    Soneta Volume 10 - Sahabat (1980)
    Soneta Volume 11 - Indonesia (1980)
    Soneta Volume 12 - Renungan Dalam Nada (1981)
    Soneta Volume 13 - Emansipasi Wanita (1983)
    Soneta Volume 14 - Judi (1989)
    Soneta Volume 15 - Gali Lobang Tutup Lobang (1989)
    Soneta Volume 16 - Bujangan (1994)

Movie Soundtrack Albums

    Oma Irama Penasaran
    Gitar Tua Oma Irama
    Darah Muda
    Begadang
    Berkelana I
    Berkelana II
    Raja Dangdut
    Camelia
    Cinta Segitiga
    Perjuangan dan Doa
    Melodi Cinta
    Badai di Awal Bahagia
    Sebuah Pengorbanan
    Cinta Kembar
    Pengabdian
    Satria Bergitar
    Kemilau Cinta di Langit Jingga
    Menggapai Matahari I
    Menggapai Matahari II
    Nada-Nada Rindu
    Bunga Desa
    Jaka Swara
    Nada dan Dakwah
    Tabir Biru
    Dawai 2 Asmara

Album Solo

    Pemilu (1982)
    Lebaran (1984)
    Persaingan (1986)
    Haji (1988)
    Modern (1989)
    Haram (1990)
    Salawat Nabi (1991)
    Kehilangan Tongkat (1993)
    Rana Duka (1994)
    Stress (1995)
    Baca (1995)
    Viva Dangdut (1996)
    Mirasantika (1997)
    Reformasi (1998)
    Euforia (2000)
    Syahdu (2001)
    Asmara (2003)
    Jana Jana (2008)
    Azza (2010)

Filmografi

    Oma Irama Penasaran (1976)
    Pengorbanan (1976)
    Gitar Tua Oma Irama (1977)
    Darah Muda (1977)
    Rhoma Irama Berkelana I (1978)
    Rhoma Irama Berkelana II (1978)
    Begadang (1978)
    Raja Dangdut (1978)
    Cinta Segitiga (1979)
    Camelia (1979)
    Perjuangan dan Doa (1980)
    Melody Cinta Rhoma Irama (1980)
    Badai di Awal Bahagia (1981)
    Satria Bergitar (1984)
    Cinta Kembar (1984)
    Pengabdian (1985)
    Kemilau Cinta di Langit Jingga (1985)
    Menggapai Matahari (1986)
    Menggapai Matahari II (1986)
    Nada-Nada Rindu (1987)
    Bunga Desa (1988)
    Jaka Swara (1990)
    Nada dan Dakwah (1991)
    Tabir Biru (1994)
    Dawai 2 Asmara (2010)
    Sajadah Ka'bah (2011)

sumber biografi Rhoma irama :http://id.wikipedia.org  
 
demikian postingan tentang rhoma jadi capres 2014, gimana apa anda mendukung bang haji jadi capres?? ataukah sebaliknya ?? semua pilihan ada pada diri anda sendiri  , sekian dulu untuk postingan kali semoga bermanfaat. wasssalam


 
Related Post