CARA TERNAK BELUT

Dalam kesempata kali ini saya mau membahas CARA BUDIDAYA BELUT atau CARA TERNAK BELUT bagi anda yang berniat untuk ternak belut sebagai referinsi ada baiknya membaca postingan CARA TERNAK BELUT ini

Kata Belut merupakan kata yang sudah akrab bagi masyarakat. Jenis ikan ini
dengan mudah dapat ditemukan dikawasan pesawahan. Ikan ini ada kesamaan
dengan ular kalau sedang berada di atas permukaan sawah, yaitu bergerak dengan
melenggok-lenggokan badannya. ke kanan dan ke kiri, serta ciri yang utama
badannya berlendir.
Meskipun bentuk badannya yang berbeda, rasa dagingnya yang khas serta
kandungan gizi dan proteinnya yang tinggi sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Belut
mengandung kandungan asam
lemak tak jenuh sebesar 20%. Jenis lemak yang terkandung dalam Belut termasuk
Jenis lemak Omega-3 yang mempunyai manfaat antara lain :
- Mencegah jantung koroner;
- Meningkatkan perkembangan otak (Nutrisi 0tak),
- Membantu menurunkan tekanan darah tinggi (Hypertensi );
- Meringankan penyakit kanker dan ginjal;
- Menambah vitalitas dan stamina;
- Meningkatkan fungsi mata.
Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan masyarakat
tentang pentingnya protein hewani, serta cara pengolahannya yang mudah, Belut
mulai populer dan digemari oleh masyarakat desa maupun perkotaan.
Penangkapan secara besar-besaran untuk memenuhi permintaan konsumen
menyebabkan populasi Belut makin hari makin berkurang, apalagi jika cara
penangkapan yang sangat dilarang oleh pemerintah ,seperti diberi kejutan arus
listrik dengan menggunakan accu.
Melihat kondisi tersebut, maka harus dicari cara untuk melestarikannya. Anggota
kelompok tani Iwan Hermawan dan Epen Sukendar dengan binaan seorang PPL
Wawan Setiawan SP., berhasil melakukan usaha pelestarian, Belut melalui berbagai
penelitian danpercobaan selama 8 tahun.
Dengan adanya keberhasilan ini, konsumen tidak harus bergantung pada hasil dari
penangkapan liar.
Dari segi bisnis Belut cukup menjanjikan karena permintaan dari dalam dan luar
negeri sampai saat ini belum terpenuhi dan makin hari permintaan jumlahnya
makin meningkat apalagi ada pengakuan dari beberapa negara bahwa Belut
Indonesia khususnya yang berasal dari pulau Jawa mempunyai kualitas paling
tinggi.
2. MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG BELUT
Belut merupakan binatang air yang hidupnya harus dengan media lumpur halus.
Lalu mengapa Belut harus memakai media lumpur halus sebagai tempat hidupnya?
Hal ini dikarenakan :
• Belut memerlukan pengaman untuk tubuhnya dari segala pemangsa dan cuaca
dengan memendamkan tubuhnya dalam Lumpur;
• Belut tidak mempunyai sisik dan sirip sehingga mudah terluka;
• Belut dilindungi oleh cairan lendir seperti minyak goreng yang berguna untuk
menjaga kestabilan tubuh. untuk mempermudah dalam membuat lubang sebagai
tempat tinggalnya;
• Belut dalam mencari mangsa atau makanan dengan menunggu didepan ujung
lubang yang dijadikan tempat untuk mengintai karena sifat belut yang pasif;
• Belut akan menjadi aktif dan kanibal apabila merasa lapar atau
jika sedang mencari pasangan untuk melakukan perkawinan sesuai masa
pertumbuhannya;
. Belut bukan termasuk ikan yang rakus, oleh karena itu pertumbuhannya lambat
dibandingkan dengan jenis ikan lainnya selain itu Belut tidak memiliki pencernaan
yang bisa mencerna makanan dengan cepat karena bentuk pencernaannya tunggal
memanjang seperti bentuk tubuhnya.
3. CARA REPRODUKSI BELUT
Belut melakukan reproduksi melalui beberapa tahapan, yaitu :
1. Setelah dilakukan pengamatan secara terus menerus di lapangan maka diperoleh
hasil Belut dewasa biasanya akan mencari pasangan untuk melakukan perkawinan
untuk saling mengisi kekosongan dan saling membuahi. Belut betina akan mencari
Belut jantan yang akan membuahi telur yang sudah siap dikeluarkan dari perutnya;
2. Belut jantan akan mencari Belut betina yang sudah siap dibuahi dan
membuahinya. Pada masa suburnya Belut bisa lebih dari satu pasangan saling
bergerombol dan berkelompok mencari pasangan yang cocok dengan nalurinya.
Setelah mendapat pasangan yang cocok biasanya tidak terlalu jauh ukuran
tubuhnya, pejantan lebih besar sedikit dengan betinanya;
3. pasangan yang siap melakukan perkawinan akan berenang menuju lubang atau
sarang yang sudah dipersiapkan oleh sipejantan di tempat itu dan pasangan ini
akan melakukan perkawinan dan dalam perkawinan ini akan saling membuahi;
4. Setelah beberapa hari perkawinan biasanya ada tanda berbentuk busa putih
kekuningan di atas permukaan air Belut betina menyimpan telur dalam gelembung
busa yang berwarna kuning dan akan ditunggui oleh Belut jantan sampai telur
menetas, sedangkan Belut betina setelah mengeluarkan telurnya dia langsung
pergi untuk mencari makan karena lapar setelah
melakukan perkawinan atau membuat lubang baru untuk berdiam diri dan
mengintip mangsa yang, lewat
5. Telur-telur Belut akan menetas setelah 1- 7 hari, selama itu pula gumpalan busa
bisa bertahan sampai telur-telur Belut menetas menjadi larva dan Belut jantan akan
menunggu dengan setia;
6. Setelah menetas menjadi benih, maka benih tersebut akan mencari makan
sendiri dan harus bisa bertahan dari pemangsa yang kadang-kadang datang dari
Belut yang ukurannya lebih besar karena Belut termasuk hewan golongan kanibal.
Perjuangan mencari makan dan perlindungan diri harus dilakukan sampai Belut
menjadi dewasa (sampai umur 6 bulan).
Menurut pengamatan di lapangan, Belut bisa bereproduksi lebih dari situ kali sesuai
dengan kesuburannya, karena Belut merupakan hewan hermaprodit dengan cara
saling, mengisi antara jantan dan betina.
Belut termasuk binatang hermaprodit yang menurut pengamatan sebagian orang
sulit untuk membedakan antara Belut betina dan jantan, ada yang berpendapat
Belut pada awalnya berjenis kelamin betina dan setelah malakukan perkawinan
akan berubah menjadi Belut jantan. Selanjutnya Belut jantan yang kosong tidak
mempunyai kelamin yang sering disebut Belut banci.
4. PERBEDAAN BELUT JANTAN DAN BETINA
Pada awal mulai dewasa, Belut cenderung kelihatan berjenis kelamin betina karena
berisi telur yang siap dikeluarkan dan dibuahi belut jantan dan saat melakukan
perkawinan Belut tersebut akan saling membuahi dengan cara alami dan saling
mengisi sebagai bentuk pertukaran kelamin sambil membuahi untuk menetas.
Setelah selesai perkawinan Belut jantan akan berubah menjadi betina sedangkan
Belut betina akan berubah menjadi jantan.
Demikian siklus ini berlangsung terus selama kondisi masa subur Belut tersebut
baik.
.........................................jantan............................. Betina
Bentuk kepala: ..............tumpul.......................... runcing
Ukuran badan.................lebih dari 35 cm............ kurang dari 35 cm
Bentuk ekor.................... kurang lancip................ lancip
Umur ..............................diatas 7 bulan................... dibawah 7 bulan
5. FAKTOR PENDUKUNG DALAM BUDIDAYA BELUT
Sebelum kita membudidayakan Belut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
diantaranya :
1. Tempat.
Jawa Barat secara umum memiliki persawahan yang luas dan sawah merupakan
tempat yang sangat cocok untuk budidaya Belut.
2. Ketinggian. Ketinggian yang paling baik untuk
budidaya Belut yaitu 500 - 700 dpl.
3. Kualitas air. Air yang dibutuhkan harus air yang jernih, kaya akan oksigen dan
tidak tercemar oleh limbah maupun bahan kimia beracun.
4. Suhu udara. Suhu yang sangat mendukung pertumbuhan Belut berkisar antara
28 - 30 derajat celcius.
6. CALON INDUK
Calon induk yang akan digunakan dalam budidaya harus dalam keadaan sehat
dengan tanda-tanda sebagai berikut :
• Anggota tubuh utuh dan mulus, tidak ada luka maupun cacat;
• Agresif dan mampu bergerak lincah;
• Tubuh keras dan tidak lemas saat dipegang;
• Umur belut antara 3 - 5 bulan.
7. PAKAN UNTUK BELUT
Di dalam habitatnya, Belut termasuk hewan karnivora. (pemakan daging), karena.
Belut memakan segala jenis organisme hidup yang jatuh ke air seperti kutu air,
serangga, cacing, berudu, anak kodok, belatung, ikan kecil, bekicot dan marus.
8. HAMA
Hama yang sering ditemui ditempat budidaya. Belut adalah berang-berang, tikus
sawah dan ular sawah.
9. PENYAKIT PADA BELUT
Penyebab penyakit yang sering menyerang Belut :
- Kekurangan pakan, menyebabkan Belut lemah dan bersifat kanibal;
- Pemberian pakan yang berlebihan;
- Keracunan yang diakibatkan adanya gas sulfide dari pembusukan tanaman di
sekitar kolam;
- Stres disebabkan perubahan suhu air yang mendadak.